Apa Itu Kreativitas?

Banyak dari kita mungkin menganggap kreativitas lebih berkaitan dengan penciptaan karya seni seperti membuat lukisan, menggubah lagu atau menampilkan tarian.

Namun sebenarnya kreativitas juga diperlukan dalam bisnis, atau yang disebut sebagai kreativitas bisnis. Misalnya, mobil tercipta dari ide kreatif seseorang untuk menggantikan tenaga kuda dengan mesin.

Jadi apa definisi kreativitas? Adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan berguna. Jadi ada dua kata kunci di sini.  Baru dan berguna. Meskipun keduanya sangat terkait, kebaruan dan kegunaan adalah dua konsep yang berbeda.

Yang Baru dan Yang Berguna

Membuat yang baru berarti membuat ide yang hebat, orisinal, dan keren karena karakteristiknya yang unik.

Misalnya ketiga Blackberry mengenalkan keyboard qwerty secara fisik pada smartphone itu adalah ide baru. Kita tidak menemukannya pada produk sejenis sebelumnya.  Dan terbukti desain tersebut mempermudah penggunanya untuk mengetik secara cepat.

Keyboard Qwerty dari Blackberry

Kebaruan dan kegunaan tersebut harus dipandang dari sudut pandang yang melihatnya. Sebuah ide bisa saja disebut baru meskipun orang lain sudah menemukannya tanpa kita tahu, atau dalam konteks yang berbeda. Dan ide tersebut berguna bagi perusahaan kita, meskipun mungkin tidak bagi perusahaan lain.

Jadi, kreativitas adalah proses menghasilkan ide-ide baru dan berguna.  Sementara inovasi adalah implementasi yang sukses dari ide-ide ini dalam suatu organisasi. Dengan kata lain, setiap inovasi dimulai dengan ide kreatif.

Berita bagusnya adalah, semua orang ternyata bisa kreatif. Untuk menjadi kreatif, kita harus dapat melihat sesuatu dengan cara baru atau dari perspektif yang berbeda. Ke depan kita akan membahas lebih dalam apa yang dibutuhkan untuk membuat kita kreatif.

Kuantitas Menghasilkan Kualitas

Untuk menghasilkan ide kreatif kita membutuhkan masukan ide yang banyak. Prinsipnya: kuantitas berbanding lurus dengan kualitas. Semakin banyak kita menggali ide, maka kemungkinan untuk mendapatkan ide terbaik semakin besar.

Untuk itu kita perlu mengenal metode “berpikir beda”, yaitu proses atau metode untuk menghasilkan ide terkait untuk sebuah topik atau solusi untuk suatu masalah.

Ada beberapa teknik untuk melatih otak kita melakukan metode itu. Ke depan kita akan membahas beberapa di antaranya.  Efektivitas proses cara “berpikir beda” tersebut bisa diukur melalui tiga indikator, yaitu:

  1. Kelancaran, yaitu jumlah ide per unit waktu. Semakin tinggi semakin baik.
  2. Orisinalitas, atau tingkat kebaruan ide.
  3. Fleksibilitas atau ragam ide. Sering diukur dengan jumlah kategori ide yang dihasilkan. 

Divergen – Konvergen

Setelah melakukan proses berpikir beda, kita akan memiliki banyak ide. Tetapi tentu tidak semua ide dapat diimplementasikan. Kita tidak akan pernah memiliki sumber daya yang cukup untuk itu. Selain itu tidak semua ide tersebut benar-benar bagus. Jadi, kita perlu menyeleksinya.

Ide-ide kemudian diatur dan disusun menggunakan pemikiran konvergen. Selama fase ini, ide dapat digabungkan dan dikategorikan. 

Penting untuk memastikan bahwa kita memberi kesempatan yang adil pada semua ide. Jangan mengabaikan sebuah ide terlalu cepat.

Beberapa ide mungkin tidak bisa diterapkan, tetapi bila memungkinkan, akan sangat baik bila kita berupaya untuk meningkatkannya terlebih dahulu sebelum memutuskan membuangnya ke tempat sampah.

Tinggalkan komentar