analisis SWOT

Analisis SWOT – Menemukan Peluang, Mengelola Ancaman

Analisis SWOT. Pasti Anda sudah sangat familiar dengan tool ini. 

Yup.  Analisis SWOT adalah tool sederhana namun powerfull untuk memahami Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) sebuah organisasi.

Serta untuk melihat Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) yang dihadapi olehnya.

Kelebihan analisis ini, selain kesederhanaannya adalah keserbagunaannya. Ia bisa digunakan dalam banyak hal. 

Dalam konteks bisnis, Analisis SWOT membantu kita untuk membangun ceruk pasar yang berkelanjutan.

Sementara dalam konteks pribadi, ia dapat membantu merencanakan dan mengembangkan karier dengan cara yang memanfaatkan bakat, kemampuan, dan peluang sebaik mungkin.

Analisis SWOT Untuk Bisnis

Mengapa teknik ini powerfull? Karena dengan cara sederhana kita dapat mengungkap peluang-peluang yang dapat kita manfaatkan dengan baik.

Betul. Kesederhanaan teknik SWOT tidak mengurangi efektivitasnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat digunakan dalam penyusunan strategi.

Kita dapat memahami kelemahan bisnis yang dimiliki, serta dapat mengelola dan menghilangkan ancaman yang mungkin tidak kita sadari.

Lebih dari itu, dengan melihat diri kita dan pesaing menggunakan kerangka kerja SWOT, kita dapat mulai menyusun strategi untuk bisa memenangkan persaingan di pasar.

Cara Melakukan Analisis SWOT

Bagaimana cara melakukan analisis SWOT dengan efektif?

Berikut kami siapkan daftar pertanyaan yang diadaptasi dari situs Mindtools.com untu membantu mengidentifikasi faktor-faktor Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats secara mudah:

Kekuatan:

  • Apa keuntungan yang dimiliki perusahaan dan tidak dimiliki perusahaan pesaing?
  • Apa yang kita lakukan dengan lebih baik daripada orang lain?
  • Sumber daya unik atau berbiaya rendah apa yang dapat kita akses?
  • Apa yang dilihat orang-orang di pasar sebagai kekuatan kita?
  • Faktor apa yang menyebabkan kita memperoleh penjualan?

Pertimbangkan ini dari perspektif internal, dan dari sudut pandang pelanggan serta para pesaing. Dalam menganalisis kekuatan, kontruksikan semuanya berkaitan dengan pesaing.

Misalnya, jika semua pesaing menyediakan produk berkualitas tinggi, maka proses produksi berkualitas tinggi bukanlah kekuatan, namun keharusan.

Kelemahan:

  • Apa yang bisa kita tingkatkan?
  • Apa yang harus kita hindari?
  • Apa yang mungkin dilihat orang sebagai kelemahan?
  • Faktor apa yang membuat kita kehilangan penjualan?

Sekali lagi, pertimbangkan ini dari perspektif internal dan eksternal: Apakah orang lain tampaknya melihat kelemahan yang tidak kita lihat?

Apakah pesaing lebih baik dari kita? Bisa jadi selama ini kita berusaha menutup-nutupi kondisi tersebut.  

Tetapi bersikap jujur dan realistis dengan menerima kebenaran yang tidak menyenangkan itu sesegera mungkin akan lebih baik.

Sehingga kita bisa dengan cepat memperbaikinya, sebelum pesaing dapat mengeksploitasinya sehingga berdampak lebih buruk.

Peluang:

  • Apa peluang bagus yang kita hadapi?
  • Apa tren menarik yang kita ketahui?

Peluang yang dapat dimanfaatkan bisa datang dari hal-hal seperti:

  • Perubahan teknologi dan pasar pada skala luas dan sempit.
  • Perubahan kebijakan pemerintah terkait bidang usaha kita.
  • Perubahan pola sosial, populasi penduduk, perubahan gaya hidup, dll.
  • Event-event yang diselenggarakan berdekatan dengan pasar kita.

Pendekatan yang bisa dilakukan untuk melihat peluang adalah dengan melihat kekuatan yang kita miliki dan tanyakan pada diri kita apakah ini membuka peluang.

Atau, lihat kelemahan kita dan tanyakan pada diri sendiri apakah kita bisa menciptakan peluang dengan menghilangkannya.

Ancaman:

  • Hambatan apa yang kita hadapi?
  • Apa yang dilakukan pesaing sehingga kita harus khawatir?
  • Apakah spesifikasi yang diperlukan untuk pekerjaan, produk, atau layanan kita berubah?
  • Apakah perubahan teknologi mengancam posisi kita?
  • Apakah kita memiliki utang buruk atau masalah arus kas?
  • Dapatkah kelemahan mengancam bisnis kita dengan serius?

Kekuatan dan Kelemahan umumnya berasal dari internal organisasi. Sedangkan Peluang dan Ancaman seringkali berkaitan dengan faktor eksternal.

Oleh karenanya, Analisis SWOT kadang-kadang juga disebut Analisis Internal-Eksternal dan Matriks SWOT kadang-kadang disebut Analisis Matriks Internal-Eksternal.

Kita juga dapat menerapkan Analisis SWOT untuk pesaing. Dengan melakukan hal tersebut, kita akan mulai melihat bagaimana dan di mana kita harus bersaing dengan mereka.

Tips:

Jika kita akan menggunakan SWOT untuk menyusun strategi secara serius, pastikan untuk melakukannya dengan disiplin dan ketat, misalnya:

  • Hanya terima pernyataan yang akurat dan dapat diverifikasi (pernyataan ‘keunggulan dalam penghematan biaya produksi 10% karena penguasaan sumber bahan baku’ lebih bisa diverifikasi dari pada statement ‘biaya lebih murah’ saja).
  • Bisa jadi ketika kita mengidentifikasi, akan dihasilkan banyak sekali faktor yang berpengaruh.  Namun jangan terjebak. Pilih diantara mereka yang paling signifikan saja.
  • Pastikan bahwa opsi yang dihasilkan dijalankan hingga tahap selanjutnya yaitu proses formulasi strategi.
  • Menerapkannya pada level yang tepat – misalnya, pada level produk atau lini produk, dan bukan pada level keseluruhan perusahaan.
  • Melengkapinya dengan tool formulasi strategi lain agar lebih komprehensif.

Contoh Analisis SWOT

Berikut adalah salah satu contoh Analisis SWOT pada sebuah perusahaan konsultan kecil yang akan memulai bisnisnya:

Kekuatan

  • Dapat merespons dengan sangat cepat karena tidak ada birokrasi, tidak perlu persetujuan manajemen yang lebih tinggi, dll.
  • Dapat memberikan layanan pelanggan yang lebih baik, karena volume pekerjaan saat ini masih sedikit sehingga memiliki banyak waktu untuk dicurahkan kepada pelanggan.
  • Konsultan utama telah memiliki reputasi yang kuat di pasar.
  • Karena masih kecil, perusahaan dapat mengubah arah dengan cepat jika pendekatan yang dilakukan tidak berhasil.
  • Biaya overhead relatif kecil, sehingga bisa menawarkan harga yang lebih murah kepada pelanggan.

Kelemahan

  • Perusahaan belum memiliki reputasi di pasar.
  • Staf yang dimiliki masih sedikit dengan basis keahlian yang terbatas di banyak bidang.
  • Karena sedikit, rentan dengan staf penting yang sakit, ijin, dll.
  • Arus kas belum kuat di tahap awal.

Peluang

  • Sektor bisnis berkembang, dengan banyak peluang untuk berhasil di masa yang akan datang.
  • Pemerintah daerah mendorong bisnis UKM untuk berkembang.
  • Pesaing nampaknya relaatif lambat dalam mengadopsi teknologi baru.

Ancaman

  • Perkembangan teknologi yang cepat bisa mengubah pasar bila tidak cepat beradaptasi.
  • Perubahan kecil dalam fokus pesaing besar dapat menghapus posisi pasar apa pun yang dicapai.

Kita dapat menyimpulkan hasil analisis tadi pada gambar berikut:

contoh analisis SWOT

Dengan menganalisis faktor-faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman tersebut, maka perusahaan konsultan mengambil strategi sebagai berikut:

  1. Fokus pada ceruk pasar UKM yang membutuhkan layanan cepat dengan harga yang terjangkau.
  2. Divisi Marketing harus memilih chanel pemasaran yang tepat untuk memasuki pasar sebesar mungkin dengan anggaran iklan yang terbatas.
  3. Perusahaan konsultan tersebut juga harus selalu mengikuti perkembangan dengan perubahan teknologi untuk tetap bisa bersaing.

Kesimpulan

Analisis SWOT adalah kerangka kerja yang sederhana namun powerfull untuk menganalisis Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) perusahaan, serta Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) yang kita hadapi.

Ini membantu kita untuk fokus pada kekuatan, meminimalkan ancaman, dan memanfaatkan peluang yang tersedia sebaik mungkin.

Tinggalkan komentar